Iku mono ra sepiro, ibarat aku duwe konco
Lagak e koyok jutawan ngalor ngidul gowo koran,
Iku mono ra sepiro, ibarat aku duwe tonggo
Arek e ayu temenan jarang metu nang embongan
Tibakno meteng rong ulan merek ojek an
(
Lagaknya seperti jutawan keutara selatan bawa koran,
Itu belum seberapa, ibarat saya punya tetangga
)
Jika benar ingin melestarikan kebudayaan daerah semacam jaranan, kenapa tidak pake lagu anak-anak saja? Tidak perlu mengusung lagu-lagu dewasa untuk dinyanyikan anak-anak. Lagu-lagu jaranan banyak sekali, semacam 'ing wayah esuk jagone kluruk', 'lumbung desa', 'sawo glethak' lebih netral untuk dibawakan segala umur.
Lagu dolanan anak-anak juga banyak semacam 'Padang bulan', 'Cublek Suweng' (yang bahkan dibawakan oleh Slank), 'Dondong apa salak', 'Sluku Bathok'. Itu baru namanya melestarikan budaya, bukan membunuh budaya.

Artikel yang menarik…
ReplyDeleteSalam kenal ya…
Saya juga punya sebuah blog yang mengupas lagu anak…
Ada lagu2 anak karya saya di blog tersebut..
Lagu2nya sangat cocok sebagai media pengajaran anak TK dan PAUD
Silakan berkunjung ke http://lagu2anak.blogspot.com