Wednesday, August 27, 2014

Tantrum

 Disalah satu kegiatan guru PAUD. 

Setelah ujian. 

"Mas, Tantrum itu apa?" kata seorang ibu yang masih pegang clipper tuk tatakan lembar jawaban komputer 

Ibu ber-sweater di sebelahnya nyeletuk "Weleh, yo jelas masnya gak ngerti, lha wong dari fisika kok ditanya gitu." 

TL-WN823N on My Debian Sid

 This mini wireless usb adapter is work out of the box in my debian computer, yeah...





Sunday, August 24, 2014

New iWork Suite's Finally Free

It happens this morning when I opened my battered MacBook.

Theres a badge of new notification on MacStore icon.

...iTunes, iMovie, Aperture, iMovie,  the usual...

...and....the list is goes on until my eyes suddenly focused on Keynote? Pages? Numbers? What a...

err...

What happened to Nico Rosberg?

What'd he tried to prove?

Maybe I'm wrong (and it's often :) ), but I think it payback of Hamilton's act several race ago when he refuse to gave Rosberg a room to pass him, and team do nothing about that.

But now, the boss is furious, :(

Just remember Vettel and Webber relation on previous session back, :)

Sunday, August 17, 2014

Finally

yea..., that train of victory is finally meet the end.

Still, I think it'll lift some of Marc's burden.

Congrats to Pedrosa, :)

Tuesday, August 12, 2014

Amdahl

 If the automobile had followed the same development as the computer, a Rolls Royce would today cost $100, get a million miles per gallon, and explode once a year killing everyone inside. — Robert Cringely, InfoWorld 

Sunday, August 10, 2014

Indy

What a heartbanging race! 

What a chaotic position change at early laps

Go on Rossi, Dovi, Jorge, Marc, Pedrosa!

What a...

Wha....

Uh, oh...

Yup, just until half race and it suddenly became boring, :(

Oh, still, congrat to Marc, 

Pagi tanpa Sabit Tua

Angin berhenti

Lapangan

Kuburan

Ajaib?

Ngantang

Dikelilingi gunung

Mungkin lembah

Gema takbir bak musik dugem, 

semua ngobrol tak ada yang peduli. 

Yang penting niatnya? 

:)

Niat

Yang penting niatnya 

Menyumbang tuk main game online?  Memberi receh lima ratus atau seribu  ke anak-anak peminta di perempatan lampu merah? Saya pernah ke warnet dekat situ dan saya hafal wajah-wajah mereka yang diperempatan. Wajah-wajah yang sama yang serius nge-game di bilik-bilik warnet. Kalo mereka ditanya kenapa gak sekolah jawabnya jelas:"tak ada biaya". Coba tanya: "kalo punya uang banyak mau ngapain?", apakah sekolah merupakan jawaban mereka? Sepertinya malah kalo dikejar, mereka malah balik tanya:"buat apa sekolah?" Tuk cari kerja. "Saya gak sekolahpun sudah dapat uang", well,  skak...

Menyumbang tuk bangun rumah kampung pengemis.

Berita lama, dan memang hanya jadi sekedar berita. Tentang sebuah kampung dengan rumah-rumah mewah. Dan mereka membiayai itu dari mengemis.

(Pernah lihat film yang berkisah tentang hacker yang mengambil sedolar dari sepuluh juta akun?)

Prinsipnya sama. Jika di sebuah perempatan ada satu dari lima pengendara yang memberi lima ratus rupiah (sekarang jarang ada yang memberi seratus), maka jika jalan ramai maka penghasilan "fulltime" hari itu bisa dapat hampir setengah juta, walaupun di akhir hari dipotong tuk arisan dua ratus ribu. Tak perlu susah juga, sekrang mengemis bisa sambil bersepatu, pake topi/kerudung, bisa bawa tas pinggang kulit keren tuk tempat uang. Dan bisa beli jus/es yang ditaruh di semak trotoar tuk diminum jika haus.

Emang kenapa sih?

Yang penting kan niatnya bagus. Perkara nanti digunakan tuk apa ya bukan urusan saya, yang penting niatnya bagus. 

Dari kenalan socmed yang mungkin copas dari teman yang juga mungkin copas dari teman yang lain yang juga mungkin... (Kejadian di tempat makan)

Dia sedang makan

Dihampiri pengemis dengan modus:"kasihan pak, lapar, sehari belum makan" 

"Baik, yuk sini makan sama saya, mau pesan apa nanti saya yang bayar"

"Minta uang saja Pak"

Masih kurang bagus apa niat tuk ajak makan? Sudah sangat sesuai dengan kondisi pengemis yang katanya lapar.

Mungkin modusnya harus diganti. Jangan mengaku lapar kalo mengemis di tempat makan, kecuali memang lapar dan mau kalo diberi makanan, :) 

Saturday, July 26, 2014

Moderate? Optimum? I Wonder...


Lama tak lihat, hari ini saya kembali menyaksikan Oma Irama di TV, bukan sebagai Jaka Swara atau Satria Bergitar (itu kategori "lama") tapi tampil secara live bersama Soneta Group. 

Memangnya ada yang aneh? Gak sih, berdasarkan standart lama. Tapi aneh jika dilihat dari acara "live" yang bertebaran di berbagai stasiun TV. 

Jika dilihat, saat Oma tampil, panggung bersih dari gangguan. 

Memang beda ya? 

Tentu saja, lihat saja acara-acara panggung live sekarang, jika ada artist tampil, pembawa acara yang jumlahnya sampai empat (atau bahkan tujuh) tetap di atas panggung. Mereka sok ikut joget sebagai penari latar atau berperan sebagai video klip lagu yang sedang dinyanyikan. Walaupun tentu saja ngawur, belum tentu cocok dengan musiknya.

Parahnya, justru kadang itu yang jadi perhatian penonton sekarang, lihat saja rating-rating acara itu. Daya tarik justru ada pada pembawa acara, artist hanya tampil sebagai objek lucu-lucuan; tak ada yang benar-benar menikmati penampilan murni dari artist

Terlepas dari kualitas artist, lagu yang itu-itu saja atau penampilan lipsync di panggung, cara pandang dan perlakuan terhadap artis sekarang telah berubah.

Dulu, artis seperti raja. Kita benar-benar menikmati lagu dan penampilan di atas panggung, meski hanya artist solo, sendirian nyanyi di atas panggung.

Artis sinetron atau film juga mendapat respek yang sangat tinggi.

Tentu saja kalo kita melihat film-film tau video klip lama kadang sambil senyum-senyum karena kekakuannya, walaupun kadang konsepnya bagus. Hal ini mungkin karena produser atau sutradara tidak cukup berani tuk memaksa artis melakukan sesuai maksudnya. Atau mungkin bagi sutradara jaman dulu itu sudah cukup bagus, atau memang gak ada artis lain, :)

Sekarang, produserlah rajanya. Entah karena model film atau sinetron kejar tayang yang tampil harian atau faktor lain, sekarang artis sinetron tak ubahnya seperti "jika kamu gak menurut, masih ada yang lain yang mau". Dari segi bisnis, iyu sangat wajar, dari segi bisnis...

Penyanyi, yeah, lihat saja tampilan mereka di panggung. Sebagian besar lipsync dan penonton tahu itu, tak menarik. Dan tugas pembaa acara adalah membuat acara "menarik", sehingga muncullah ide sebagai penari latar, live video clip model, dan pada kasus ekstrim yang membuat saya sering cepat-cepat ganti channel adalah mereka nerinisiatif untuk menambah suara dua, pada suara lipsync si artis yang bahkan artis aslinya tidak berani melakukan...


Yeah, selalu dua sisi ekstrim. Kenapa film di luar negeri atau acara semacam american idol sangat menarik? Dan setelah diadopsi ke indonesia jadi hambar? 

Karena di sana bukan artis atau produser rajanya, tapi kualitas, mereka mengesampingkan "kamu siapa" dan "aku ini...". Lihat saja casting mereka.

Bisakah kita seperti itu? Tentu saja. (Yakin)

Kapan? 

Err, anu..,

( :) )