A moment ago when I'm waking up in the morning suddenly I had a jolt on my ear that make me jump and run in to front door and burst into my front yard with almost out of breath.
No, not an earthquake nor fire. It is a sound of music from a running fast car across street in front of my home. Yeah, it's music I used to listen when I was boy. I want to have that song badly. The problem is, I don't know what song is it--title, singer, band.
Aravir (am I Physicist?)
Wednesday, May 9, 2012
Thursday, May 3, 2012
Gecko Albino sang Penjaga Royyan
Seperti saat aku bayi yang ditunggui oleh seekor Tokek, Royyan juga punya seekor tokek albino yang menjaganya di rumah.
Sang penjaga, sebagai nocturnal dan arboreal, hanya menampakkan diri di malam hari dan nun tinggi di sana.
Beruntung malam ini aku disapanya dan diberi ijin memotretnya.
Sang penjaga, sebagai nocturnal dan arboreal, hanya menampakkan diri di malam hari dan nun tinggi di sana.
Beruntung malam ini aku disapanya dan diberi ijin memotretnya.
Wednesday, May 2, 2012
Supernova: Partikel; Wow!
"Akar?" Elektra berbisik.
"Kamu--Petir?" bisik Bodhi.
Akhirnya Elektra dan Bodhi bertemu, yeah...
"Kamu--Petir?" bisik Bodhi.
Akhirnya Elektra dan Bodhi bertemu, yeah...
Tuesday, May 1, 2012
Supernova: Partikel; Romantisme a la Dee
Romantisme ala Dee memang beda. Masih ingatkah dengan tiga Supernova terdahulu?
Ksatria mencintai istri orang
Ruben pacaran dengan sesama jenis
Gio sang perjaka menyerahkannya kepada Diva, supermodel sekaligus The High Class PSK
Star mengejar Bodhi si biksu
Bodhi mengejar Kell, (yang ini agak absurd)
Kell, yang tak bekerja, menjadi suami beberapa wanita yang tersebar di berbagai benua
Hubungan Elektra dengan mpret yang aneh.
Watty yang pindah agama karena jatuh cinta dengan kang Atam yang shaleh (dan kaya raya)
Di Partikel, kisah cinta dua manusia dipaparkan secara 'biasa-biasa saja'
Kisah malam pertama diceritakan secara datar. Beda dengan buku lain yang menceritakan berlembar-lembar secara berbunga-bunga, penuh nafsu, romantis yang beda tipis dengan novel porno.
Kisah roman yang penuh haru di Partikel justru kisah antara manusia dengan orangutan, manusia dengan jamur, manusia dengan tumbuhan.
Kisah roman manusia memang ada, namun dijadikan semacam lelucon ironi oleh Dee. Kisah tentang wanita alim dengan orang tua yang setara kiai namun tega mengubur cucunya yang baru lahir hidup-hidup.
Kisah tentang ayah yang jarang di rumah karena melakukan riset yang ambisius di sebuah bukit yang ia capai dengan bersepeda.
Kisah tentang ibu yang bersepeda meninggalkan anak-anaknya tiap malam untuk pengajian, ibadah dan seabreg kegiatan keagamaan lain sebagai pelarian. Belakangan si ibu membawa bapak baru ke rumah. bapak yang punya tiga mobil.
Ksatria mencintai istri orang
Ruben pacaran dengan sesama jenis
Gio sang perjaka menyerahkannya kepada Diva, supermodel sekaligus The High Class PSK
Star mengejar Bodhi si biksu
Bodhi mengejar Kell, (yang ini agak absurd)
Kell, yang tak bekerja, menjadi suami beberapa wanita yang tersebar di berbagai benua
Hubungan Elektra dengan mpret yang aneh.
Watty yang pindah agama karena jatuh cinta dengan kang Atam yang shaleh (dan kaya raya)
Di Partikel, kisah cinta dua manusia dipaparkan secara 'biasa-biasa saja'
Kisah malam pertama diceritakan secara datar. Beda dengan buku lain yang menceritakan berlembar-lembar secara berbunga-bunga, penuh nafsu, romantis yang beda tipis dengan novel porno.
Kisah roman yang penuh haru di Partikel justru kisah antara manusia dengan orangutan, manusia dengan jamur, manusia dengan tumbuhan.
Kisah roman manusia memang ada, namun dijadikan semacam lelucon ironi oleh Dee. Kisah tentang wanita alim dengan orang tua yang setara kiai namun tega mengubur cucunya yang baru lahir hidup-hidup.
Kisah tentang ayah yang jarang di rumah karena melakukan riset yang ambisius di sebuah bukit yang ia capai dengan bersepeda.
Kisah tentang ibu yang bersepeda meninggalkan anak-anaknya tiap malam untuk pengajian, ibadah dan seabreg kegiatan keagamaan lain sebagai pelarian. Belakangan si ibu membawa bapak baru ke rumah. bapak yang punya tiga mobil.
Supernova: Partikel; batu kokoh di aliran sungai besar fanatisme
Ini bukan spoiler. Hm, atau sebisa mungkin bukan spoiler, :)
Sesore membaca Partikel, dengan Royyan yang tidur pulas disampingku.
Setelah bagian awal yang bikin bulu kuduk meremang dan reflek tangan yang membelai Royyan dengan penuh syukur, pada sekitar pertengahan buku, aku teringat Bodhi, Elektra dan Ksatria.
Aku teringat Bodhi saat direcoki Tristan yang sedang semangat-semangatnya karena baru masuk Buddha (getsul: seseorang yang baru masuk Tibetan Buddhis) dan berencana ke Nepal.
Juga teringat Elektra saat mendengarkan percakapan Daddy 'Super Wija' dengan Watty yang mau masuk Islam.
(Kok tanya Daddy, tanya Tuhan dong? Sudah Dad. Lalu Tuhan bilang apa?)
Juga saat Ksatria bertanya apakah Adam dan Hawa menikah.
Dee, untuk kesekian kalinya, kembali menulis hal-hal yang beberapa penulis lain bahkan tak berani menyentuh atau mendekatinya. Yeah, agama memang hal yang sensitif untuk dibicarakan.
Dee, melalui Zarah, dengan tenang, tanpa pretensi bertanya hal yang sederhana pada Abah,kakeknya. Namun seperti segala pertanyaan yang berhubungan dengan keyakinan, bukan jawaban yang didapat melainkan hidung berdarah dan 'disinheritance'.
Halaman-halaman awal, agak tengah, mengingatkanku akan 'Atheis' karya Achdiat Kartadimaja dan 'The Da Vinci Code'-nya Dan Brown. Sangat tidak baik untuk tekanan darah para penganut fanatik buta (eh, semua fanatik pasti membabi buta ya). Semoga buku ini tidak dicekal atau menuai protes seperti Akar saat memajang aksara suci hindu Omkara di sampul depan (edisi berikutnya, sampul depannya jadi bolong).
Kalaupun iya, setidaknya aku punya versi asli buku ini. Lanjut baca ah,...
Eh, ngganti popoknya Royyan dulu, :)
Sesore membaca Partikel, dengan Royyan yang tidur pulas disampingku.
Setelah bagian awal yang bikin bulu kuduk meremang dan reflek tangan yang membelai Royyan dengan penuh syukur, pada sekitar pertengahan buku, aku teringat Bodhi, Elektra dan Ksatria.
Aku teringat Bodhi saat direcoki Tristan yang sedang semangat-semangatnya karena baru masuk Buddha (getsul: seseorang yang baru masuk Tibetan Buddhis) dan berencana ke Nepal.
Juga teringat Elektra saat mendengarkan percakapan Daddy 'Super Wija' dengan Watty yang mau masuk Islam.
(Kok tanya Daddy, tanya Tuhan dong? Sudah Dad. Lalu Tuhan bilang apa?)
Juga saat Ksatria bertanya apakah Adam dan Hawa menikah.
Dee, untuk kesekian kalinya, kembali menulis hal-hal yang beberapa penulis lain bahkan tak berani menyentuh atau mendekatinya. Yeah, agama memang hal yang sensitif untuk dibicarakan.
Dee, melalui Zarah, dengan tenang, tanpa pretensi bertanya hal yang sederhana pada Abah,kakeknya. Namun seperti segala pertanyaan yang berhubungan dengan keyakinan, bukan jawaban yang didapat melainkan hidung berdarah dan 'disinheritance'.
Halaman-halaman awal, agak tengah, mengingatkanku akan 'Atheis' karya Achdiat Kartadimaja dan 'The Da Vinci Code'-nya Dan Brown. Sangat tidak baik untuk tekanan darah para penganut fanatik buta (eh, semua fanatik pasti membabi buta ya). Semoga buku ini tidak dicekal atau menuai protes seperti Akar saat memajang aksara suci hindu Omkara di sampul depan (edisi berikutnya, sampul depannya jadi bolong).
Kalaupun iya, setidaknya aku punya versi asli buku ini. Lanjut baca ah,...
Eh, ngganti popoknya Royyan dulu, :)
Supernova: Partikel
Setelah menunggu bertahun-tahun akhirnya dapat juga kubertemu dengan Zarah.
Sore ini baru baca beberapa puluh halaman, namun tak diragukan lagi bahwa untuk keping yang satu ini bergenre gelap. Terutama saat baca proses kelahiran adik Zarah dan Hara.
Sore ini baru baca beberapa puluh halaman, namun tak diragukan lagi bahwa untuk keping yang satu ini bergenre gelap. Terutama saat baca proses kelahiran adik Zarah dan Hara.
Saturday, April 28, 2012
World War IV
I know not with what weapons World War III will be fought, but World War IV will be fought with sticks and stones. - Albert Einstein
Wednesday, April 18, 2012
Lebah tanpa Sengat (Apis Trigona)
Bukan, dia bukan lebah. Dia menghasilkan madu, ya, tetapi bukan lebah.
Dia tidak punya sengat. Senjatanya berupa perekat, yeah, mungkin itu bukan senjata.
Tempat madu mereka bukan berupa bangun heksagonal seperti lebah melainkan lebih mirip bentuk buah asam.
Telur mereka sebesar buah merica.
Di daerahku mereka disebut klanceng.
Dia tidak punya sengat. Senjatanya berupa perekat, yeah, mungkin itu bukan senjata.
Tempat madu mereka bukan berupa bangun heksagonal seperti lebah melainkan lebih mirip bentuk buah asam.
Telur mereka sebesar buah merica.
Di daerahku mereka disebut klanceng.
Saturday, April 14, 2012
Sport or Art
Konon seseorang dilahirkan sebagai bertipe sport atau art. Mungkin itu benar. Terbukti di sini, pagi-pagi di acara workshop di sebuah hotel, kegiatan peserta terbagi dua. Yang satu bangun pagi-pagi untuk olahraga, sedangkan yang lain seperti saya malah nyantai duduk-diduk di balkon, ngopi sambil update blog atau bahkan masih tidur.
Yeah, tipe sport memacu jantung dengan jogging; tipe art memacu jantung dengan kopi.
Yeah, tipe sport memacu jantung dengan jogging; tipe art memacu jantung dengan kopi.
Thursday, April 12, 2012
Arloji Alami
Saat berkendara pagi-pagi di jalur ngantang-malang, karena tidak mungkin terus-terusan melihat jam, ada dua jenis penunjuk waktu yang menentukan apakah dapat mencapai SD Lab UM sebelum jam 7
Arloji alami, begitu sering kupikirkan, yang pertama adalah sorot sinar matahari yang sangat jelas akibat efek Tyndall di bukit-bukit Ngantang yang berkabut. Jika sorotnya masih ke atas, itu berarti hari masih pagi, belum jam enam. Sorotnya tepat horizontal, harus ngebut jika tak mau telat. Jika sorotnya ke bawah tak perlu ngebut, toh pasti telat.
Arloji alami lainnya ada di Pujon. Jika setelah pasar sayur pandangan silau, maka kita belum terlambat, jika tidak silau maka matahari sudah terlalu tinggi, harus ngebut.
Arloji alami, begitu sering kupikirkan, yang pertama adalah sorot sinar matahari yang sangat jelas akibat efek Tyndall di bukit-bukit Ngantang yang berkabut. Jika sorotnya masih ke atas, itu berarti hari masih pagi, belum jam enam. Sorotnya tepat horizontal, harus ngebut jika tak mau telat. Jika sorotnya ke bawah tak perlu ngebut, toh pasti telat.
Arloji alami lainnya ada di Pujon. Jika setelah pasar sayur pandangan silau, maka kita belum terlambat, jika tidak silau maka matahari sudah terlalu tinggi, harus ngebut.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Anggota Baru Lazy Home, Temen baru si Pus, week end, Sabtu Biru, Soul of my home, Someday i'll be saturday night, Beri satu alasan masuk akal kenapa kau menyingkirk..., AAAAAARGH!!!!!!, Jatuh cinta lagi, Aravir, week end with Desy, Malam minggu kemarin (we are two crazy thing), Love, love, love, Fisika Antrian











